Menjunjung Tinggi “Politik Keadaban”

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 30 Agustus 2024 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Gaffar (Kolumnis, tinggal di Pamekasan)

Abdul Gaffar (Kolumnis, tinggal di Pamekasan)

Munculnya nama R.K.H. Muhammad Bakir panggilan akrabnya Ra Bakir mengejutkan semua pihak, menjelang pendaftaran H-3 Pilkada Pamekasan nama tersebut mencuat bak badai menggantikan pentolan pengurus DPP partai persatuan pembangunan (PPP), yakni Dr. H. Ahmad Baidowi. Tentu fenomena ini, menimbulkan banyak nalar praduga yang diajukan oleh semua lapisan masyarakat.

Ra Bakir di antara calon paling muda dari pada kandidat yang lainnya, berusia 26 Tahun bisa dibilang sebagai magnet karena PPP dan PDIP mencalonkan Ra Bakir bukan tanpa asalan, taruhlah sebagai tokoh muda dan energik memiliki peranan sebagai decision maker untuk Pamekasan dalam perubahan ke arah yang lebih baik karena diyakini memiliki eksistensi kharismatik merupakan perwujudan sebagai cucu alm K.H Abdul Hamid Bakir Banyuanyar.

Ada tiga kandidat calon pemimpin masa depan Pamekasan yang akan ikut kontestasi pemilihan Bupati; yaitu Fatah Jasin-Mujahid Ansori, K.H. Kholilurrahman- Sukriyanto dan Ra Bakir-Taufadi. Ketiga calon tersebut memiliki ciri khas berbeda meski sama-sama berebut alumni pondok pesantren (santri) sebagai basis pemenangan.

Baca Juga  Pengen Mondok? Berikut 10 Pondok Pesantren Terbesar di Madura

Pada momentum Pilkada Pamekasan 2024, bisa disebut momentum “Lora” sebagai daya tarik dan mampu menyedot perhatian khusus dari khalayak publik lantaran masih terpatri kefiguran seorang sesepuh ulama di Madura khususnya di Pamekasan dikenal luas sebagai pengayom umat dengan basis pendidik bermoral serta berdakwah dengan ajaran agama-ajaran Islam.

Hasil temuan seorang Prof. Nur Syam, menyebutkan nampak terdapat sebuah kesadaran kritis dari berbagai referensi yang menempatkan lora/kyai dalam ranah fungsi khusus dalam politik. Indikasinya munculnya figur Ra Bakir mampu memposisikan diri lora ke dalam ranah mindset diferensiasi struktur spesialisasi fungsi.

Dalam hal ini wajar jika lora Bakir mampu memikat hati masyarakat karena berupaya fungsi utamanya sebagai agent of change masa depan masyarakat Pamekasan.

Baca Juga  Waduh! 3 Zodiak ini punya Insting Luar Biasa, Gampang Mencium Kebohongan Orang Lain

Akar Politik Keadaban

Ketika politik dipisahkan dengan esensi sebenarnya berupa ikhtiar, usaha, serta aksi perjuangan kesejahteraan sosial ke arah lebih baik berubah pada perilaku pertikaian akibat perebutan kekuasaan dan adu kepentingan untuk memenangkan hasrat berkuasa individu atau kelompoknya dengan menghalalkan semua cara.

Munculnya “Politik Keadaban” disebabkan krisis perilaku etika politik salah satu pendukung melakukan segala cara dan tidak jarang menerobos undang-undang ITE termasuk mencemarkan nama baik dalam berkampanye (black campaign). Bagi pendukung lawan politik, Ra Bakir adalah simbol keresahan yang mampu mengubah pola perilaku dan membentuk krisis etika politik.

Pentingnya membangun politik keadaban menjadi esensi momentum Pemilukada Pamekasan kali ini, sebagaimana diungkapkan oleh Ra Bakir “jhek afitnaan calon laen, mun bedeh oreng afitna jhek bukuih tapeh khebei panebuseh dhusanah abek” (Ra Bakir). Artinya, jangan memfitnah orang lain, jika ada yang memfitnah jangan masukkan ke dalam hati akan tetapi jadikan sebagai penebus dosa”.

Baca Juga  Parah! Ternyata 3 Zodiak ini yang Sering Bikin Sakit Hati Pasangannya

Bagaimanapun sang pemenang sejati adalah menjadi khodim (pelayan) bagi rakyat yang harus terbangun dari kultur keadaban.

Dalam konteks ini, Lora Bakir pemimpin milenial sudah memperlihatkan kedewasaan dan berfikir beradab sebagai pertimbangan logis kepada masyarakat Pamekasan, sehingga tidak akan lantas berakibat pada tahapan-tahapan proses Pemilukada Pamekasan 2024 yang saling menggerakkan dan saling menyerang, menurut Thomas Hobbes dikatakan sebagai ‘homo homini lupus’ (manusia merupakan serigala bagi sesama manusia yang lain). Calon pemimpin seperti inilah layak kita beri kesempatan untuk memimpin pamekasan!.(*)

 

* Abdul Gaffar
* Kolumnis, tinggal di Pamekasan

Berita Terkait

MBG: Makan Bergizi Gratis atau Makanan Basi Gratis?
Pengaruh sedekah dalam Pespektf islam terhadap Muzakki
Politik Musuh ‘Bebuyutan’ di Pilkada Pamekasan
Kisah Pendeta 45 tahun Mengabdi di Gereja Putuskan Peluk Islam
5 Zodiak ini Menggambarkan Karakter yang Ingin Kaya Tetapi Malas Bekerja
Parah! Ternyata 3 Zodiak ini yang Sering Bikin Sakit Hati Pasangannya
Waduh! 3 Zodiak ini punya Insting Luar Biasa, Gampang Mencium Kebohongan Orang Lain
Jangan Iri dan Dengki Terhadap Kawan yang Naik Jabatan, Lebih Baik Lakukan ini Kata UAH

Berita Terkait

Senin, 29 September 2025 - 08:19 WIB

MBG: Makan Bergizi Gratis atau Makanan Basi Gratis?

Jumat, 30 Agustus 2024 - 07:46 WIB

Menjunjung Tinggi “Politik Keadaban”

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 14:57 WIB

Pengaruh sedekah dalam Pespektf islam terhadap Muzakki

Minggu, 21 Juli 2024 - 10:35 WIB

Politik Musuh ‘Bebuyutan’ di Pilkada Pamekasan

Selasa, 2 Juli 2024 - 06:32 WIB

Kisah Pendeta 45 tahun Mengabdi di Gereja Putuskan Peluk Islam

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB