Waduh! Ternyata Buta Aksara di Pamekasan Masih Tembus 19 Ribu Orang

Avatar photo

- Reporter

Jumat, 26 Februari 2021 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emak-emak buta aksara mengikuti proses belajar membaca dan menulis.(MI/Ramdani)

QOLBI.ID, PAMEKASAN- Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mencatat data jumlah warga belum bisa membaca dan menulis.

Data tahun 2020 hingga Februari 2021, buta aksara di Pamekasan tembus 19.900 orang, kebanyakan diantara mereka warga Pantura asal Kecamatan Batumarmar, Waru dan Pasean.

Baca Juga  Sahur Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua IKA PMII Pamekasan

Kepala Disdik Pamekasan, Akhmad Zaini, melalui Kepala Bidang PAUD, Amir Syarifuddin mengatakan wilayah Pantura mendominasi buta aksara, karena daerah tersebut minim pendidikan.

”Minimnya pendidikan di Pantura jadi faktor tingginya buta aksara,” kata Amir Syarifuddin, Jumat, 26 Februari 2021.

Anggaran Buta Aksara dari APBN Dihapus

Baca Juga  Pasien Covid-19 Mesum di Ruang Isolasi RSUD Dompu NTB

Amir Syarifuddin menjelaskan, program pengentasan buta aksara tak lagi dibantu pemerintah pusat selama Pandemi Covid-19, saat ini hanya mengandalkan dari Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.

“Dana dari APBD hanya cukup untuk 200 warga belajar setiap tahunnya,” ungkapnya.

Selain itu, program Keaksaraan Fungsional (KF) yang selama ini menjadi solusi menekan angka buta aksara dihapus, diganti program buta aksara.

Baca Juga  Kepala Kemenag Pamekasan Tutup Mulut Soal Pengadaan Buku Madrasah, Kenapa?

“Substansinya KF dan buta aksara sama, cuma tahun ini tidak ada anggaran dari APBN,” terangnya.

Ia berharap perubahan program tersebut dapat mengurangi buta aksara di Pamekasan.(mank/wan)

Berita Terkait

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa
PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!
PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG
Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan
Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling, Permudah Masyarakat Selama Ramadan
Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi
Menu MBG di SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan Dinilai Kurang Layak
Kemenag Jatim Belum Putuskan Sanksi Terduga Guru yang Sodomi Siswanya di MTsN 2 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:31 WIB

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 09:40 WIB

PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27 WIB

PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:14 WIB

Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:06 WIB

Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB