Menurut Ketua Formaasi, DKPP Pamekasan ‘Lelet’ Tangani PMK

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 30 Juni 2022 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

QOLBI.ID, PAMEKASAN – Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mendatangai kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu, 29 Juni 2022.

Mereka ditemui jajaran Komisi II DPRD Pamekasan, dan Plh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Indah Kurnia. Mereka menyoal penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dinilai lelet.

Ketua Formaasi, Iklal Malaka menilai DKPP Pamekasan seolah tidak peduli terhadap ternak sapi milik warga Pamekasan, yang terancam mati akibat PMK.

“Malah DKPP terkesan santai-santai saja dari kemarin, seolah tidak peduli terhadap peternak yang berduka kehilangan sapinya akibat PMK,” kata Iklal Malaka.

Baca Juga  Kiai Badrus Sholeh Ajak Warga Pamekasan Menangkan Pasangan Berbakti

Iklal, begitu ia disapa, sangat menyangkan penanganan PMK di Pamekasan lelet. Semestinya, hewan ternak sapi milik warga Pamekasan dilindungi secara serius oleh DKPP agar terhindar dari PMK.

“Wabah ini sudah banyak memakan korban, tapi DKPP santai-santai saja, semestinya dilindungi, karena sapi harta berharga bagi warga Pamekasan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Iklal mendesak DKPP Pamekasan segera bertindak cepat melakukan vaksinasi agar sapi milik warga Pamekasan terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

Baca Juga  10.201 Warga Nahdliyin Asal Pamekasan Hadiri Puncak Resepsi Satu Abad NU

“Hewan ternak yang sehat, terpapar, dan mati akibat PMK belum jelas, serta capaian dan target vaksinasi juga belum jelas, dari kemarin DKPP kerja apa?,” sentil Iklal

Mantan aktivis PMII tersebut berharap DKPP segera tuntaskan vaksinasi sapi agar kebal dari PMK.

“Dampak besar PMK ini sangat besar. Misalnya, pasar sapi lumpuh total seperti Pasar Kepo, Desa Polagan, Galis, Pamekasan, harganya anjlok,” bebernya.

Sementara itu, Plh DKPP Pamekasan, Indah Kurnia menuturkan bahwa instansinya baru menerima 3.000 dosis vaksin dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Kepala DKPP Pamekasan Minta Poktan Jangan Jual Mesin Perajang Tembakau Bantuan Pemerintah

“Vaksinasi diperuntukkan hewan ternak yang sehat agar kebal dari PMK, Kalau yang sakit, aturannya tidak boleh,” tutur Indah.

Kata Indah, instansinya tengah berupaya penambahan vaksin, karena menurut dia, idealnya semua hewan ternak divaksin.

Ketika ditanya soal data sapi mati akibat PMK, Indah mengaku tidak tahu. Alasannya, belum menerima laporan dari Siknas. Kendati demikian, ia tetap menghimbau warga Pamekasan tidak panik dan tidak menjual sapi, karena masih bisa disembuhkan.

Berita Terkait

Sambangi Lokasi Bencana Semeru, FRPB Pamekasan Perkuat Operasi Kemanusiaan
Pemkab Pamekasan Anggarkan Ratusan Juta untuk Rehap Pendopo Bupati
Berikut Daftar Nama Pejabat yang Dimutasi Oleh Bupati Pamekasan
Belanja Alat dan Bahan Kantor di Dishub Pamekasan Tembus Rp 200 Juta
Dishub Pamekasan Anggarkan Penerangan Jalan Umum Ratusan Juta
Temuan BPK 33 Lembaga Tidak Setor LPJ di Kabag Kesra Pamekasan
FRPB Pamekasan Terima Bantuan Berupa 2 Tandu Skop dari PLN Madura
Pemasangan Rumble Strip di Pamekasan Telan anggaran Rp 185 Juta

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 18:47 WIB

Sambangi Lokasi Bencana Semeru, FRPB Pamekasan Perkuat Operasi Kemanusiaan

Rabu, 26 November 2025 - 12:43 WIB

Pemkab Pamekasan Anggarkan Ratusan Juta untuk Rehap Pendopo Bupati

Selasa, 18 November 2025 - 12:18 WIB

Berikut Daftar Nama Pejabat yang Dimutasi Oleh Bupati Pamekasan

Selasa, 18 November 2025 - 10:21 WIB

Belanja Alat dan Bahan Kantor di Dishub Pamekasan Tembus Rp 200 Juta

Senin, 17 November 2025 - 10:32 WIB

Dishub Pamekasan Anggarkan Penerangan Jalan Umum Ratusan Juta

Berita Terbaru