Sumenep Potensi Tsunami, Kepala BMKG Temui Bupati Fauzi

Avatar photo

- Reporter

Senin, 5 April 2021 - 04:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iluatrasi tsunamai (Istockphoto/lg0rZh)

QOLBI.ID, SUMENEP- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menemui Bupati setempat, Achmad Fauzi, Sabtu, 3 April 2021.

Pada pertemuan tersebut, Kepala BMKG Sumenep Dwikorita Karnawati menyampaikan analisis lembaganya yang menunjukkan bahwa Kabupaten Sumenep potensi tsunami, dengan ketinggian 3 meter.

Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk meningkatkan upaya penanggulangan bencana atau mitigasi, terutama gempa dan tsunami.

Baca Juga  Waduh! Guru di Sumenep Cabuli Muridnya Sendiri

“Jika terjadi, Ketinggian tsunami di Sumenep diperkirakan 2,8 sampai 3 meter,” kata Dwikorita Karnawati.

Ketinggian tsunami yang diperkirakan BMKG Sumenep di area pelabuhan. Oleh karenanya perlu diwaspadai, terlebih datangnya tsunami sangat cepat.

“Jangan menunggu peringatan tsunami (sirine,red) jika masyarakat merasakan gempa segera lari ke lokasi yang ketinggiannya lebih 3 meter, bisa ke loteng rumah,” ungkapnya.

Baca Juga  Soal Kabar Paksa Vaksin Covid-19, Bupati Pamekasan: Itu Tidak Benar

Selain itu, BMKG Sumenep juga meminta Pemkab bersama pihak-pihak terkait segera mensosialisasikan potensi tsunami kepada masyarakat agar mereka meningkatkan kewaspadaan.

Faktor Potensi Tsunami di Sumenep

Ada tiga faktor Sumenep potensi tsunami, pertama Patahan Kambing yang lokasinya di selatan Madura.

Baca Juga  Jatah Makan Siang dan Malam Lansia di Pamekasan Rp 4 Miliar

“tepatnya sekitar Sumenep,” tutur Dwikorita Karnawati.

Faktor kedua menurut Dwikorita Karnawati, Patahan Flores sampai Bali, dan terakhir tumbukan lempeng zona selatan pulau Jawa.

“Yang perlu diwaspadai patahan kambing, Flores dan tumpukan tumpeng tidak terlalu serius karena ketinggiannya diperkirakan tidak lebih setengah meter,”jelasnya.(rob/her)

Berita Terkait

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa
PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!
PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG
Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan
Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling, Permudah Masyarakat Selama Ramadan
Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi
Menu MBG di SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan Dinilai Kurang Layak
Kemenag Jatim Belum Putuskan Sanksi Terduga Guru yang Sodomi Siswanya di MTsN 2 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:31 WIB

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 09:40 WIB

PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27 WIB

PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:14 WIB

Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:06 WIB

Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB