Butuh Waktu 10 Tahun Lebih Proses Berdirinya Kota Pamekasan

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 18 Februari 2021 - 04:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Naskah akademik pemekeran wilayah Pamekasan. (mank)

QOLBI.ID, PAMEKASAN- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam, menerima naskah akademik pemekaran wilayah Pamekasan dari tim penyusun naskah, IAIN Madura dan Unira, Rabu, 17 Februari 2021.

Menurut Ra Baddrut, begitu ia disapa, rencana pemekaran wilayah bukan hal mudah untuk segera dilakukan, masih banyak tahapan yang harus dilalui pemerintah.

“Sekalipun sudah menerima naskah akademik tidak langusung terbentuk kota, tidak,” kata Ra Baddrut.

Baca Juga  Bea Cukai Madura Musnahkan 5 Juta Rokok Ilegal

Ia pun memberkan proses berdirinya kota Batu yang menghabiskan waktu lebih 10 tahun, itu pun masih tahapan kota administrasi, bukan kota definitif.

“Contoh kota Batu, proses kota administrasinya menghabiskan waktu lebih 10 tahun,” ungkap Ra Baddrut.

Telaah Naskah Akademik Pemekeran Wilayah Pamekasan

Baca Juga  Pemkab Pamekasan Resmi Tetapkan 2.664 Buruh Sebagai Penerima BLT DBHCHT 2021

Sebelum memutukan pemekeran wilayah Pamekasan, Kota dan Kabupaten, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut akan menelaah hasil naskah akademik pemekaran wilayah Pamekasan.

Selanjutnya, mantan anggota DPRD Jawa Timur tersebut akan konsultasi dengan pemerintah Jawa Timur dan pusat.

“Tentu kita haru paham dulu naskah akademik ini, baru kita konsultasi dengan Provinsi dan pusat, “terangnya.

Baca Juga  Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Kota Pamekasan dan Kabupaten Pamekasan

Berdasarkan naskah akademik pemekaran wilayah Pamekasan, sidikitnya terdapat lima Kecamatan yang diproyeksikan Kota Pamekasan, Kecamatan Kota, Tlanakan, Pademawu, Galis, dan Larangan.

Delapan Kecamatan lainnya diproyeksikan Kabupaten, yakni Kecamatan Proppo, Palengaan, Pegantenan, Pakong, Waru, Pasean, Kadur, dan Batumarmar.(mank/wan)

Berita Terkait

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa
PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!
PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG
Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan
Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling, Permudah Masyarakat Selama Ramadan
Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi
Menu MBG di SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan Dinilai Kurang Layak
Kemenag Jatim Belum Putuskan Sanksi Terduga Guru yang Sodomi Siswanya di MTsN 2 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:31 WIB

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 09:40 WIB

PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27 WIB

PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:14 WIB

Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:06 WIB

Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB