
QOLBI.ID, PAMEKASAN- Ketua Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara), Ansori, menyebut bantuan makanan bagi warga Lanjut Usia (Lansia) di lingkungan Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, rawan terjadi penyelewengan.
Titik rawan korupsi bantuan Lansia menurut aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu terletak pada wujud makanan yang belum diketahui publik.
“Sampai hari ini Dinsos belum memaparkan menu makanan Lansia,” kata Ansori, Kamis, 11 Februari 2021.
Menu yang akan disajikan kepada Lansia semestinya disampaikan kepada publik, apakah menyusaikan dengan selera atau mereka mendapatkan makanan yang sama setiap harinya.
“Jika menyesuaikan selera, maka penerima mendapatkan jatah makan dengan harga berbeda, ini sangat rawan penyelewengan,” ungkapnya.
Titik rawan lainnya, lanjut alumni IAIN Madura itu menjelaskan, harga dan kualitas masing-masing bahan, serta porsi makanan.
“Porsi berbeda itu sudah menunjukkan indikasi korupsi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, bantuan Lansia di Pamekasan berupa jatah makan siang dan malam, dana yang digelontorkan Rp 4 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.
Kepala Dinsos Pamekasan, Moch Tarsun menyampaikan terdapat 400 Lansia yang akan menerima jatah makanan dua kali sehari, mereka tersebar di 13 Kecamatan. (mank/wan)










