Catatan Sang Kiai
Dibalik itu, Kholilirrahman memiliki catatan minus selama bertarung di Pilkada Pamekasan. Tiga kali mengikuti kontestasi Pilkada, Kholilirrahman hanya satu kali menang, dua kali kalah.
Pertama, Kiai kelahiran 14 Juni 1960 tersebut maju Pilkada Pamekasan pada tahun 2008, berpasangan dengan Kadarisman Sastrodiwirdjo, pasangan ini mampu mengalahkan incumbent, Ahmad Syafii-Muhammad sohibuddin.
Kholilurrahman-Kadarisman Sastrodiwirdjo meraup suara 228.736 suara atau 46,6 persen dari 461.633 suara yang menggunakan hak pilih, sementara pasangan Ahmad Syafii-Muhammad sohibuddin memperoleh 170.080 suara atau 36.8 persen, sedangkan pasangan Dwiatmo Hidayanto-Supriyadi mendapat 62.817 suara atau 13.6 persen.
Pilkada berikutnya, 2013, Kholilurrahman bersanding dengan Masduki atau (Kompak). Sebagai penantang incumbent, Ahmad Syafii-Khill Asy’ari (Asri) mampu mengalahkan pasangan Kompak sekalipun mengusung calon bayangan Al Anwari-Kholili (AHO).
Data KPU Pamekasan, pasangan Kompak meraih 205.902 atau 44.46 persen, pasangan ASRI 250.336 suara atau 54.05 persen, sementara pasangan AHO 6.905 atau 1.49 persen.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










