“Keunikan itu sebenarnya sebagai bukti dari pembelajaran selama kuliah, sehingga kurikulum pesantren benar-benar dapat diwujudkan. Jadi tidak hanya teori dalam kelas, wajib ada actionnya juga,” terang Gus Zaen.
Sementara itu, Ketua Prodi HES STAIFA Pamekasan, Moh. Atiqurrahman mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan bisa memberikan perubahan aplikatif mengenai kemandirian ekonomi kepada mahasiswanya. Sebab menurutnya, keunikan yang dimiliki STIES bisa menjadi motivasi tersendiri terhadap para mahasiswa STAIFA Pamekasan untuk menjadi pelaku usaha berbasis syariah.
“Di sini memiliki beberapa keunikan. Misalnya, yang kuliah di sini merupakan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh yang diberikan oleh pihak yayasan STIES bagi santri yang benar-benar ingin fokus dalam tiga aspek, yaitu pendidikan, implementasi teori ekonomi dan keagamaan. Kemudian semua yang mengelola usaha, baik di bidang fashion, kuliner dan pertanian merupakan stakeholder dan mahasiswa STIES. Kemudian, mahasiswa yang akan di wisuda disyaratkan untuk memiliki usaha yang sah secara hukum,” beber Atiq, begitu ia disapa.










