Di hadapan mahasiswa, Mas Tamam menyampaikan bahwa dirinya menjual kerupuk untuk biaya hidup dan kuliah di UMM.
Proses menjual kerupuk, kata Mas Tamam, tidak mudah, Mas Tamam bersama temannya, membeli kerupuk mentah dari Madura dan diolah di Malang.
“Kerupuk mentah dari Madura digoreng dan packing di Malang, baru kemudian dijual,” kata Mas Tamam.

Aktivitas menjual kerupuk, lanjut Mas Tamam, menjelaskan tidak menganggu pada aktivitas pembelajaran di kampus, karena berjualan hari Sabtu-Minggu, dari hasil jualan kerupuk itu, Mas Tamam untung 1,5 juta.
“Pada waktu itu untung bersih 1,5 juta, dibagi dua dengan teman,” ungkap Mas Tamam.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










