Mengulik Kebijakan Florentino Peres dan Bupati Baddrut Tamam

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 17 November 2022 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

QOLBI.ID, PAMEKASAN – Kebijakan Presiden Real Madrid, Florentino Peres, melepas Cristiano Ronaldo, bikin gempar dunia sepak bola. Kebijakan itu dinilai tidak tepat karena sang Mega bintang masih menjadi yang terbaik.

Florentino Peres, kala itu sudah mempertimbangkan matang dan risiko melepas CR7. Kecaman dan cacian datang bertubi karena kebijakan yang dinilai ‘Gila’.

Hal yang sama juga dialami Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, ketika memutasi Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Totok Hartono.

Mengulik kebijakan lintas tokoh ini sangat penting, karena sama-sama melepas sang bintang di internal masing-masing. Bedanya, CR7 dilepas ke Juventus.

Sementara Totok Hartono, dimutasi dari posisi Sekda menjadi Staf Ahli Bupati bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan.

Baca Juga  DPC PDI Pamekasan Bagikan Beras Bantuan Puan Maharani

Alasan Florentino Peres melepas CR7 karena atas kemauan sendiri. Atas kehendak itu, Florentino Peres tidak dapat menolak permintaan Mega Bintang asal Portugal tersebut.

Apa lagi dari sisi kepentingan, Florentino Peres tidak dapat menolak tawaran Juventus yang dinilai menggiurkan. Dua alasan itu, CR7 mengakhiri masa kerja di Real Madrid.

Apakah kepergian CR7 berdampak buruk pada performa Real Madrid?

Begitu CR7 dilepas ke Juventus, Real Madrid memanfaatkan potensi muda sekaligus memberikan beban kepada Karim Benzema sebagai eksekutor gol. Hasilnya, performa Real Madrid konsisten serta keluar sebagai juara Liga Spanyol dan Champions. Hebatnya, Karim Benzema dinobatkan sebagai pemenang trofi Ballon d’Or

Baca Juga  Vaksin Sinovac Tiba di Pamekasan, Bupati Baddrut Tamam Siap Disuntik

Tidak jauh berbeda dengan Florentino Peres, kebijakan Bupati Baddrut Tamam mutasi Sekda, Totok Hartono, mendapatkan penolakan dari warga, bahkan muncul berbagai ancaman kepada dirinya.

Bupati Baddrut Tamam menyebut penolakan mutasi Sekda tidak konstruktif. Jika hal itu dibiarkan, kata Bupati, tidak akan membuat pemerintahan kondusif.

Dihadapkan situasi itu, Bupati Baddrut Tamam merasa bertemu dengan situasi migrasi negatif, atmosfir negatif. Lagi-lagi jika dibiarkan, maka tidak muncul kolaborasi yang inovatif, yang akan berakhir pada tidak kepercayaan diri.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pun menceritakan pengangkatan Totok Hartono, sebagai Sekda Pamekasan. Menurutnya, nama Totok Hartono muncul atas usulan Wakil Bupati, Alm Rajae.

Baca Juga  Di Depan Lawan Politik, Bupati Baddrut Pamer 5 Program Prioritas

Saat Totok Hartono dilantik sebagai Sekda, Bupati sempat menyampaikan bahwa Totok akan dilantik sampai 2022. Alasan Bupati melantik Totok sampai 2022, karena ada sejarah kurang baik. Kala itu ada Sekda diberhentikan tengah jalan tanpa dasar.

Dalam mutasi ini, Bupati tidak melantik pengganti Totok Hartono, posisi tersebut masih dibiarkan kosong.

Persis situasi tersebut pernah dialami Real Madrid pasca ditinggal Cristiano Ronaldo, sebelum akhirnya menemukan sosok pemain muda dan hebat, pemain itu bernama Vinicius Junior.

Berita Terkait

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa
PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!
PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG
Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan
Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling, Permudah Masyarakat Selama Ramadan
Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi
Menu MBG di SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan Dinilai Kurang Layak
Kemenag Jatim Belum Putuskan Sanksi Terduga Guru yang Sodomi Siswanya di MTsN 2 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:31 WIB

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 09:40 WIB

PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27 WIB

PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:14 WIB

Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:06 WIB

Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB