
QOLBI.ID, MADURA- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokrat se-Madura angkat bicara soal Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum.
Petinggi Demokrat di Madura blak-blakan menolak KLB Moeldoko yang dianggap ilegal, mereka juga menyatakan setia terhadap hasil kongres V di Jakarta, yang menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum partai Demokrat.
DPC Sumenep Setia AHY
Sekretaris DPC Demokrat Sumenep, Indra Wahyudi mengatakan tetap berkiblat pada hasil Kongres V di Jakarta, yang telah mendapatkan pengesahan dari pemerintah dan negara melalui Kemenkumham.
“Tentu kami menolak KLB Deli Serdang, kami tetap setia hasil kongres V di Jakarta, ketua umum Mas AHY,” kata Indra Wahyudi, Minggu, 7 Maret 2021.
Indra, begitu ia disapa, kader Demokrat Sumenep masih solid dan setia kepada pimpinan partai yang sah, yakni AHY.
“DPC Demokrat Sumenep tetap setia di bawah komando Mas AHY,” ungkapnya.
DPC Demokrat Pamekasan Komitmen Bersama AHY
Pernyataan dan komitmen yang sama, juga disampaikan Ketua DPC Demokrat, Pamekasan, Hermanto.
Selain menolak hasil KLB Deli Serdang, Wakil Ketua DPRD Pamekasan ini menyatakan partai yang ia pimpin di daerah berselogan Gerbang Salam akan terus bersama AHY.
“KLB Deli Serdang tidak sesuai prosedur, oleh karenanya kami tetap satu tujuan di bawah komando AHY,” tutur Hermanto.
Menurunnya, kepengurusan AHY legal dengan dibuktikan SK Kemenkumham RI.
“Kami tegaskan, tidak ada kader Demokrat Pamekasan yang hadir KBL. Artinya, kami setia hasil kongres V,” tegasnya.
DPC Demokrat Sampang Tak Tergiur Rayuan
Ketua DPC Demokrat Sampang, Abdus Salam, punya cerita menarik terkait KLB Deli Serdang, ia mengaku dirayu agar mengikuti KLB yang telah menetapkan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, sebagai ketua umum.
Lebih dari itu, kata Abdus Salam, dirinya diminta untuk mengirimkan nomor rekening bank pribadi oleh tim negosiator KLB, yang kerap memaparkan raport negatif AHY.
“Kami tolak ajakan untuk mengikuti KLB, kami setia pada kepengurusan yang sah,” ungkapnya.
Ia pun memastikan, pengurus maupun kader Demokrat Sampang, tidak mengikuti KLB yang tujuannya dinilai ingin memecah belah partai berlambang mercy tersebut.
“Kami menolak hasil KLB Deli Serdang,” terangnya.
DPC Demokrat Sampang Pastikan Tidak Ada Kader Ikut KLB
Selain Sumenep, Pamekasan dan Sampang, DPC Demokrat yang ikut menolak hasil KLB Deli Serdang, yaitu DPC Bangkalan.
Ketua DPC Demokrat Bangkalan, Abdurrahman menolak hasil KLB karena dinilai tidak sesuai dengan AD/ART.
“Kader dan simpatisan di Bangkalan tidak ada yang ikut KLB,”bebernya.
Menurut Abdurrahman, tidak hanya DPC Madura yang menolak KLB, semua DPC di Jawa Timur dipastikan tidak mengikuti KLB, utamanya pemilik suara sah.
“Jika negara mengesahkan hasil KLB, berarti negara sudah parah,” tegas Abdurrahman.(mank/her)










