Soal Provinsi Madura, Bupati Pamekasan dan Sumenep Beda Sikap

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 4 Maret 2021 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan dan Bupati Sumene, Baddrut Tamam-Achmad Fauzi

QOLBI.ID, MADURA– Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyatakan mendukung keinginan masyarakat membentuk Provinsi Madura terpisah dari Jawa Timur.

Pernyataan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini disampaikan saat Sarasehan Kepulauan ‘Madura Jadi Provinsi, Layak atau Tidak?’.

Acara Sarasehan digelar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati, Kamis, 4 Maret 2021.

“Kalau provinsi ini strategi untuk kesejahteraan saya pasti setuju, tetapi kalau Provinsi ini strategi kekuasaan, saya tidak setuju, karena jabatan bagi saya bukan tujuan,”kata Baddrut Tamam, seperti dilansir pamekasanhebat.com.

Baca Juga  Wilayah Pamekasan Akan Dipecah Dua Demi Provinsi Madura

Menurut Ra Baddrut, begitu ia disapa, Madura memiliki potensi bidang ekonomi, ia pun berpendapat jika potensi itu dikembangkan, Madura akan maju dan masyarakat sejahtera.

“Menjadi provinsi soal berikutnya, yang paling penting Madura maju, sejahtera dan makmur,” ungkapanya.

Baca Juga  Data Penerima BLT DBHCHT untuk Buruh Tani dan Pabrik Rokok Segera Rampung

Sikap berbeda soal Provinsi Madura ditunjukkan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, ia belum bisa menyatakan sepakat atau tidak Madura membentuk Provinsi terpisah dari Jatim.

Politikus PDIP ini mengaku masih ingin melihat perkembangan wacana Provinsi Madura.

Baca Juga  Politikus PBB Kritik Panitia Pemilihan Wabup Pamekasan

“Untuk saat ini biar mengalir dulu seperti air,” tutur Fauzi.

Sebelum memutuskan Provinsi Madura, Fauzi menginginkan empat Kabupaten di Madura, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, bersinergi meningkatkan ekonomi Madura.

“Insya Allah kita mampu mengelola potensi Madura jika empat Kabupaten bersinergi, itu yang terpenting dulu disamping ada keinginan provinsi Madura,”terangnya.(mank/wan)

Berita Terkait

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa
PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!
PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG
Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan
Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling, Permudah Masyarakat Selama Ramadan
Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi
Menu MBG di SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan Dinilai Kurang Layak
Kemenag Jatim Belum Putuskan Sanksi Terduga Guru yang Sodomi Siswanya di MTsN 2 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:31 WIB

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 09:40 WIB

PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27 WIB

PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:14 WIB

Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:06 WIB

Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB