QOLBI.ID, PAMEKASAN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura soroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG), di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Pamekasan.
Pasalnya, ditengah banyak persoalan mengenai program prioritas Presiden tersebut, peran serta dari Satgas MBG di Pamekasan menuai banyak sorotan, diantaranya dari ketua PMII Komisariat UIN Madura
Ari Sandi selaku ketua menuturkan, selain kasus keracunan dan menu tidak layak, ada banyak dapur yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dokumen legal dari Dinkes, yang membuktikan bahwa dapur memenuhi standar kebersihan dan sanitasi agar makanan aman.
“Satgas seharusnya memberikan teguran bagi dapur SPPG yang tidak memiliki (SLHS). Padahal dapur SPPG itu wajib memiliki, dan itu berdasarkan peraturan dari menteri kesehatan (Permenkes),” terangnya. Selasa (3/3/26).
Pihaknya merasa kinerja dari satgas MBG di Pamekasan perlu dipertanyakan, Menurut penuturannya, keberadaan Satgas dirasa kurang maksinal dalam mengatasi persoalan dibawah.
“Kami akan menggelar aksi, menuntut Satgas untuk mundur dari jabatannya. Karna tidak serius dalam mengawal persoalan dibawah,” tegas Ari.
Selain itu, temuan MBG yang bermasalah berupa kasus keracunan dan menu tidak layak. Seperti di Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Siswa mengalami keracunan MBG pada 9 September 2025.
Kasus selanjutnya, sejumlah wali murid mengembalikan menu MBG yang tidak layak di desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan pada Kamis, 26 Februari 2026.
dan terdapat Sembilan siswa SDN Toronan 1 Pamekasan menjadi korban keracunan MBG. Rabu (15/10/25).
“Kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat, kami meminta pihak BGN turun tangan untuk mengevaluasi kinerja dari Satgas MBG di Pamekasan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) bidang kesehatan Masyarakat (Kesmas) di Dinkes, Achmad Syamlan, membenarkan sebanyak 114 dapur MBG di Pamekasan hanya 97 diantaranya dinyatakan memenuhi standar kebersihan dan sanitasi agar makanan aman.
“Dari 114 hanya 97 dapur MBG di Pamekasan yang sudah terbit SLHS, dan dinyatakan memenuhi standar kebersihan dan sanitasi agar makanan aman, sisanya masi menunggu hasil Lab,” Ungkapnya.
Menurut keterangannya, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) adalah dokumen legal dari Dinkes, yang membuktikan bahwa dapur memenuhi standar kebersihan dan sanitasi agar makanan aman.
Lebih lanjut pihaknya menuturkan,
dapur MBG yang dinyatakan layak dan mendapatkan dukumen legal telah dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), pelatihan keamanan pangan (PKP), dan pemeriksaan sampel makanan.
“Jika masih belum memenuhi kriteria standar kebersihan dan sanitasi, dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti keracunan, atau makanan yang sudah basi, dan memastikan bahwa makanan aman untuk dikonsumsi dari aspek kesehatan,” tutupnya.










