QOLBI.ID, PAMEKASAN – Aktivis yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Merdeka (BMM) menyikapi dugaan keterlibatan istri muda Bupati Pamekasan dalam urusan kepemerintahan dengan menggelar seminar poligami anggaran.
Dalam pamflet yang beredar acara seminar poligami anggaran itu mengangkat tema “Kupas Tuntas Intervensi Istri Muda Bupati Pamekasan dalam Menentukan Arah Kebijakan APBD dan Penempatan Jabatan”.
kegiatan tersebut turut mengundang yang bersangkutan istri muda Bupati, Bupati Pamekasan, Aspri M. Anas, Sekda Pamekasan, Kepala Bapperida, Kepala BPKAD, DPRD Pamekasan, Polres Pamekasan Kejari Pamekasan, Aktivis se Pamekasan, Wartawan se Pamekasan dan Tokoh masyarakat.
Ketua BMM, Suja’i menilai sangat penting untuk mengadakan acara ini, biar masyarakat Pamekasan mengetahui power istri muda Bupati Pamekasan dalam mempengaruhi kebijakan anggaran dan penempatan posisi orang-orang yang diduga sengaja disusupkan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
“Terlebih ingin mengurai desas-desus keterlibatan istri muda Bupati Pamekasan dalam mengatur sejumlah kebijakan paket proyek di beberapa OPD serta jabatan yang diisi oleh orang-orang yang sengaja disusupkan. Aspri atas nama Anas diduga kuat adalah titipan istri muda Bupati Pamekasan yang tugasnya sebagai penyambung perintah. Juga seorang yang bernama Ra Jamal yang diduga mengurusi kompensasi/pelicin untuk memuluskan jabatan tertentu dalam mutasi eselon III dan IV beberapa bulan ke depan”. Ungkapnya kepada media transatu, Jumat (06/02/2026).
Selain itu, ungkap suja’i, ingin memperjelas sepak terjang istri muda Bupati Pamekasan yang selama ini terkesan ingin mengakuisisi jabatan Ketua TP-PKK.
“Segala bentuk dugaan keterlibatan Nyai Tinuk dalam kepemerintahan akan diurai secara rinci, akurat dan akuntabel,” tegasnya.
Mantan Aktivis GMNI tersebut memastikan acara ini digelar setelah pelaksanaan aksi demonstrasi jilid II ke kantor Bupati Pamekasan.
“Jelasnya waktu pelaksanaan, menunggu fixnya tempat acara, yang jelas sebelum bulan puasa,” pungkasnya.












