
QOLBI.ID, PAMEKASAN- Aktivis Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara ) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mendatangi kantor PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pamekasan, Jumat, 19 Februari 2021.
Kedatangan mereka mempertanyakan raibnya uang di rekening penerima bantuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) senilai Rp 2,4 milik nasabah atas nama Abd Razak, warga Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan.
Uang bantuan UMKM milik Abd Razak masuk pada buku tabungan, Sabtu, 12 Desember 2020, berselang sepuluh hari, ada transaksi penarikan yang tidak diketahui penerima.
Ketua Prahara Pamekasan, Haidar Ansori mengatakan kasus hilangnya saldo tabungan bantuan terungkap setelah Abd Razak tidak bisa melakukan penarikan.
“Pihak Bank beralasan diblokir sistem, setelah diurus lagi, ternyata muncul transaksi misterius dengan Kode MDB0000000,” kata Haidar.
Menurut mantan aktivis PMII tersebut, Abd Razak tidak merasa melakukan penarikan bantuan Presiden tersebut, tiba-tiba saldo pada buku tabungan tercatat nol.
“Penerima tidak merasa melakukan penarikan,”ungkapnya.
Manajer Operasional dan Layanan BRI Pamekasan, Hamdani menjelaskan, proses penyaluran bantuan UMKM diverifikasi oleh Kementerian dan Dinas Koperasi Pamekasan.
“Meskipun bantuan sudah masuk tabungan tapi tidak lolos verifikasi dari Dinas koperasi, maka uang itu secara otomatis dikembalikan ke Negara,” tutur Hamdani.
Ia pun berdalih, BRI tidak bisa menyalurkan bantuan kepada penerima tanpa ada surat keterangan usaha dari Dinas Koperasi, surat tersebut, bukti bahwa penerima lolos verifikasi.
“Kami tidak semerta-merta mengeluarkan dana tanpa surat keterangan usaha dari Dinas terkait,” bebernya.
Tidak puas dengan pernyataan pihak BRI, Haidar pun mencurigai ada oknum BRI yang sengaja memanfaatkan bantuan UMKM untuk kepentingan pribadi maupun kelompok internal Bank.
“Semua administrasi sudah dilengkapi, kenapa tidak bisa ditarik, alasan blokir tidak masuk akal karena ada penarikan, siapa yang menarik kalau bukan pihak-pihak yang memiliki akses,” tandanya.
Haidar dan pengurus Prahara kemudian keluar dari kantor BRI Cabang Pamekasan, mereka akan kembali mendatangi kantor Bank penyalur Banpres tersebut.
“Akan terus kami usut hingga kasus ini jelas, kami akan datang lagi untuk bertemu langsung dengan pimpinan Bank BRI,”terangnya. (mank/wan)










