
QOLBI.ID, PAMEKASAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memberlakukan pakaian adat Madura, Baju Koko dan Batik Pamekasan, sebagai seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non pegawai PNS.
Tujuan Pemkab Pamekasan memberlakukan seragam tersebut, untuk mewujudkan keseragaman, kerapihan, kewibawaan, dan pelestarian budaya daerah.
Ketentuan penggunaan seragam PNS dan non pegawai PNS diatur oleh Pemkab Pamekasan, hari Senin, pegawai diwajibkan untuk menggunanakan seragam PDH warna khaki.
Pakaian adat Madura Pesak/Marlena diberlakukan untuk hari Selasa, seragam pakaian warna putih untuk hari Rabu, keesokan harinya, seragam para pegawai adalah pakaian Batik tulis motif Pamekasan.
Sementara untuk hari Jumat, para pegawai menggunakan baju koko/muslimah warna putih, dan yang terakhir hari Sabtu, menggunakan pakaian batik motif Pamekasan bagi perangkat daerah dengan enam hari kerja.
Tetapi hari yang bertepatan pada tanggal 17, para PNS dan pegawai non PNS menggunakan seragam Korpri
Pakaian dinas tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Pamekasan, tertanggal 1 Februari 2021, dengan nomor 025/043/432.031/2021, tentang pakaian PNS dan non pegawai PNS.
“Pelaksanaan surat edaran ini berlaku sejak di tanda tangani,” demikian bunyi SE Bupati Pamekasan.(adv/mank/wan)










