Eksistensi Tambang Ilegal di Pamekasan Karena Ada yang Bekingi, Benarkah?

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 19 Juni 2021 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang ilegal di Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.(pmii for qolbi.id)

QOLBI.ID, PAMEKASAN – Keberadaan tambang ilegal di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terus menjadi sorotan. Pasalnya, sampai saat ini belum ditertibkan.

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, yang intens mengawal agar tambang ilegal ditutup, mulai mencium adanya indikasi bahwa eksistensi tambang ilegal di Pamekasan ada yang membekingi, sehingga tetap beroperasi sekalipun tidak mengantongi izin.

Ketua PMII Cabang Pamekasan, Lutfi mengatakan tambang ilegal semestinya ditutup, karena melanggar Perda nomor 13 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Perda nomor 16 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pamekasan 2012-2032.

Baca Juga  Pemkab Pamekasan Bekali Calon Penerima Beasiswa IPDN, Akpol, Akmil dan Kedokteran

“Satpol PP tinggal pilih, mau bertindak memakai Perda lingkungan Hidup apa perda RTRW, tapi mereka tetap diam sekalipun tambang ilegal itu melanggar Perda, entahlah,” kata Lutfi, Sabtu,19 Juni 2021.

Menurut Lutfi, begitu ia disapa, terdapat 219 tambang ilegal di Pamekasan, sampai sekarang tambang tersebut beroperasi. Satpol PP selaku penegak Perda tidak menunjukkan taji, layaknya menertibkan PKL selama ini.

Baca Juga  Bupati Baddrut Tamam Intens Promosikan Potensi Pamekasan

“Kalau satpol PP tidak tahu, saya tunjukkan lokasi 219 tambang Ilegal tersebut,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, aktivis PMII Pamekasan kembali aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab dan DPRD Pamekasan, Kamis, 17 Juni 2021, mereka menuntut pemerintah segera menutup tambang ilegal.

Baca Juga  Tebing Jalan Nasional di Pamekasan Runtuh Diterjang Hujan

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Pamekasan, Kusairi justru menyerang balik aktivis PMII, yang selama ini genjar menyoroti tambang ilegal.

“Satpol PP banyak tugas yang perlu diurus, tidak hanya tambang ilegal, Misalnya penertiban PKL, gudang tidak berizin, tower, toko modern, IMB. Aktivis yang aksi kira-kira punya IMB tidak di rumah masing-masing, kalau tidak itu sudah melanggar,” pungkasnya.(mank/her)

Berita Terkait

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa
PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!
PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG
Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan
Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling, Permudah Masyarakat Selama Ramadan
Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi
Menu MBG di SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan Dinilai Kurang Layak
Kemenag Jatim Belum Putuskan Sanksi Terduga Guru yang Sodomi Siswanya di MTsN 2 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:31 WIB

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 09:40 WIB

PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27 WIB

PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:14 WIB

Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:06 WIB

Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB