PAMEKASAN, QOLBI.ID – Terdapat lima korban terduga tindak pencabulan sesama jenis yang dilakukan oleh oknum guru di MTsN 2 Pamekasan dibungkam oleh kepala sekolah.
Pembungkam tersebut terjadi pada Rabu (28/1/26), setelah kabar terkait dugaan pencabulan sesama jenis yang dilakukan oleh oknum guru MTsN 2 Pamekasan mencuat ke publik.
Diketahui, oknum guru itu berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan.
Korban yang tidak mau disebutkan inisialnya menuturkan, kelima rekan korban dipanggil ke suatu ruangan oleh Kepsek setelah berita itu tersebar. Menurut pengakuannya sempat dibungkam, disuruh jangan memberi informasi tentang pencabulan tersebut kepada siapapun.
“Jangan ngasih informasi tentang terjadinya pencabulan di lingkungan sekolah kepada siapapun,” tuturnya.
Lebih lanjut korban menyayangkan sikap Kepsek yang seolah olah melindungi pelaku, tanpa memikirkan dampak psikologis korban. Menurutnya, sebagai pemimpin di sekolah harus memberikan perlindungan terhadap siswa, bukan melindungi pelaku kejahatan pencabulan.
“Pelaku melakukan pencabulan sesama jenis, berupa melakukan sodomi, dan vcs kepada korban lain, dan sementara yang mengaku sebagai korban ada lima siswa,” terangnya.
Sementara itu, Mawardi selaku kepala Kemenag Pamekasan turut memberikan komentar terkait pembungkaman yang dilakukan oleh Kepsek, menurutnya pihak sekolah tidak harus menutup nutupi apa yang sudah terjadi, sampaikan saja sesuai fakta yang ada di lapangan.
“Silahkan disampaikan sesuai fakta yang ada di lapangan, artinya tidak berusaha menutup nutupi apa yang terjadi,” tuturnya.
Lebih lanjut pihaknya menambahkan bahwa terduga pelaku sudah dipindahtugaskan ke Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.
Menurutnya kemenag Kabupaten kewenangannya cuman bisa memberikan rekomendasi, setelah pihaknya melakukan rangkaian pemeriksaan awal kepada terduga pelaku.
“Penentuan sanksi akhir bukan berada di tingkat kabupaten, melainkan menjadi kewenangan Inspektorat Jenderal Kemenag RI. Saat ini, proses penanganan masih berjalan di tingkat pusat,” tandasnya.
Hingga berita ini dimuat, Kepala MTsN 2 Pamekasan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan permintaan wawancara belum mendapat respon.












