PAMEKASAN, QOLBI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran penyakit Super Flu, meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus di wilayah Pamekasan.
Langkah kewaspadaan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan masuknya varian influenza A subtipe H1N1 dan H3N2, yang kerap disebut Super Flu. Virus ini diketahui mudah menyebar terutama pada kondisi cuaca lembap dan dingin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Avira Sulistyowati, menjelaskan bahwa istilah Super Flu merujuk pada subtipe virus influenza musiman yang saat ini beredar di sejumlah daerah.
“Penularannya lebih cepat dibandingkan flu musiman biasa, dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas. Virus ini menyebar melalui percikan udara saat batuk dan bersin,” jelasnya.
Ia menegaskan, hingga kini belum ditemukan kasus Super Flu di Pamekasan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan langkah pencegahan sejak dini.
“Masyarakat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan menggunakan sabun, rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Jika mengalami gejala gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, tercatat sebanyak 23 kasus Influenza tipe A subvarian H3N2 subclade K di beberapa wilayah Indonesia, dengan rincian:
- Jawa Timur: 18 kasus (78,3 persen)
- Bali: 2 kasus (8,6 persen)
- Nusa Tenggara Timur (NTT): 2 kasus (8,6 persen)
- Nusa Tenggara Barat (NTB): 1 kasus (4,3 persen)
Pemkab Pamekasan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna mencegah masuk dan menyebarnya virus tersebut di wilayah setempat.











