“Mengajak seluruh warga Nahdliyin dan juga masyarakat untuk mensyukuri atas masuknya abad kedua NU dan mencintai baginda Nabi Muhammad SAW,” ajak K.H. Marzuqi Mustamar.
Pengasuh Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Kota Malang, itu juga mengajak kepada seluruh warga nahdliyin agar bersatu dan tidak terpecah belah, bahkan meminta agar menyudahi wacana yang berkembang di publik tentang adanya istilah NU struktural dan NU kultural.
“Warga NU yang ada di struktural mempunyai tugas mengurus organisasi. Adapun mereka yang tidak ada di jajaran pengurus mengayomi masyarakat. Oleh sebab itu, warga NU harus bersatu tanpa ada dikotomi dua istilah tersebut,” terangya.(*)










