Menghitung Janda Baru di Pamekasan

Avatar photo

- Reporter

Sabtu, 10 April 2021 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

QOLBI.ID, PAMEKASAN – Pengadilan Agama (PA) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menangani 1.474 kasus perceraian sepanjang tahun 2020. Itu artinya, mereka telah menyandang status duda dan janda.

Pasutri tersebut mengakhiri hubungannya karena faktor krisis ekonomi dan sering bertengkar.

Baca Juga  Serba Angka Empat Belas, Demokrat Pamekasan Resmi Daftar Bacaleg 2024

Sebelum diputus bercerai, PA Pamekasan mediasi kedua belah pihak agar mempertahankan hubungannya. Pada tahap mediasi itu, Pasutri tersebut lebih memilih hidup masing-masing.

“Sebelum sidang, kami memediasi mereka (Pasutri,red) untuk berdamai, jika mediasi tidak berhasil maka sidang dilanjutkan,” kata Hery Kushendar, Panitera Muda PA Pamekasan, Sabtu, 10 April 2021.

Baca Juga  Pemkab Pamekasan Sediakan Tempat Khusus Persalinan Ibu Hamil

Tahun ini, kata Hery, panggilan Hery Kushendar, sudah terdapat 366 pasutri yang telah mengajukan gugatan cerai ke PA Pamekasan.

Data pasutri ‘Ngotot’ bercerai, terhitung dari Januari hingga Maret 2021. Hery merinci gugatan yang diajukan Pasutri, 130 cerai talak, 236 cerai gugat.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Pamekasan Minta Dinkes Vaksinasi Takmir dan Imam Masjid

“366 Pasutri ini sudah terdaftar di PA Pamekasan. Alasannya ekonomi dan perselisihan rumah tangga,” terangnya. (mank/her)

Berita Terkait

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa
PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!
PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG
Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan
Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling, Permudah Masyarakat Selama Ramadan
Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi
Menu MBG di SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan Dinilai Kurang Layak
Kemenag Jatim Belum Putuskan Sanksi Terduga Guru yang Sodomi Siswanya di MTsN 2 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:31 WIB

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 09:40 WIB

PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27 WIB

PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:14 WIB

Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:06 WIB

Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB