QOLBI.ID, PAMEKASAN – Sejumlah siswa mengaku menjadi korban pencabulan sesama jenis oleh oknum guru yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan. (30/1/26).
AHY, oknum guru yang mengampu mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), menurut pengakuan korban yang tidak mau disebutkan inisialnya, terduga pelaku melancarkan aksi sodomi sejak 2024, dan dilakukan sebanyak dua kali di perumahan bukit cinta Blok 7 Nomer 7. Diketahui alamat tersebut merupakan tempat tinggal pelaku.
Selain melakukan sodomi, pelaku beberapa kali melakukan tindak pencabulan di beberapa tempat. Terduga pelaku menjalankan aksinya dengan modus mengancam nilai pelajaran serta mengiming-imingi memberikan uang.
“Sejauh ini ada lima siswa yang mengaku sebagai korban, dari kelimanya bentuk pencabulan berbeda-beda, ada yang di sodomi, di raba, bahkan dicium dan berciuman bibir,” bebernya, Rabu (28/1/26).
Menurut pengakuan korban, peristiwa tersebut terjadi di beberapa lokasi, diantaranya musolla sekolah, kamar mandi, dan di tenda saat acara kemah. Ia berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang.
Sumber tersebut juga menyampaikan informasi bahwa terduga pelaku kini tidak lagi bertugas di sekolah tersebut. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai status penanganan kasus tersebut.
“Menurut informasi, setelah peristiwa ini tersebar, pelaku hanya di berikan sanksi dipindah tugaskan ke kanwil kemenag Jatim. Ini tidak adil, kelakuan bejatnya tidak mencerminkan seorang pendidik. Kami harap semua pihak ikut andil dalam menuntaskan persoalan ini,” harap korban.
Hingga berita ini dimuat, Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan dan Kepala MTsN 2 Pamekasan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan permintaan wawancara belum mendapat respons.










