Pengadaan Buku Madrasah di Pamekasan Terindikasi Korupsi

Avatar photo

- Reporter

Selasa, 2 November 2021 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Buku Madrasah.(Net)

QOLBI.ID, PAMEKASAN – Pusat Kajian dan Pengaduan Publik (PKPP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menemukan kejanggalan terkait pengadaan buku Madrasah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan.

Kejanggalan yang dimaksud PKPP, penyimpangan prosedur dan penyalahgunaan wewenang.

“Penyimpangan prosedur karena pengadaan buku dikoordinir atau satu pintu ke Pendma dan KKM,” kata Ketua PKPP, Bara Fawaid, Selasa, 2 Oktober 2021.

Penyalahgunaan wewenang, lanjut dia menjelaskan, kewenangan Madrasah belanja sendiri dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan buku diambil alih oleh Pendma Kemenag Pamekasan.

Baca Juga  Pemkab Pamekasan Promosikan Produk UMKM di Hari Koperasi Fest 2024

“Belanja BOS hak Madrasah, bukan Pendma, kasus seperti ini patut kita curigai ada yang tidak beres. Indikasi korupsinya terbuka lebar,” ungkapnya.

Menurut Bara, begitu ia disapa, total dana pengadaan buku dari hasil koordinir ke Madrasah kurang lebih Rp 3,2 miliar.

“Pengadaan buku yang dikoordinir tidak hanya tahun ini, tahun sebelumnya juga begitu, bahkan buku yang diterima Madrasah banyak yang kurang,” tutur Bara.

Baca Juga  Seniman Pamekasan Siap Sukseskan MTQ Jatim 2021

Oleh karena itu, Bara akan membawa kasus pengadaan buku Madrasah yang terindikasi korupsi ke penegak hukum.

Dikonfirmasi, Kasi Pendma Kemenag Pamekasan, Rosul mengatakan tidak ikut campur soal belanja buku Madrasah, karena BOS ditransfer ke nomor rekening masing-masing Madrasah.

“Penggunaan dana BOS untuk pembelanjaan buku siswa dipasrahkan kepada lembaga penerima, lembaga bebas memilih penerbit sendiri,” beber Rosul.

Baca Juga  Longsor di Pamekasan, 5 Santriwati Tewas Tertimbun

Jika terjadi kekurangan buku atau tidak ada pegangan buku wajib siswa, lanjut dia menjelaskan, bukan kewenangan Kemenag Pamekasan.

“Lembaga penerima BOS harus mengalokasikan anggaran untuk pembelanjaan buku wajib siswa. Persentase dana BOS untuk pengadaan buku ada yang 5 persen dan 10 persen, maksimalnya lupa mau dilihat ketentuannya,”terangnya.(mank/her)

Berita Terkait

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa
PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!
PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG
Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan
Satpas Polres Pamekasan Hadirkan Layanan SIM Keliling, Permudah Masyarakat Selama Ramadan
Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi
Menu MBG di SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan Dinilai Kurang Layak
Kemenag Jatim Belum Putuskan Sanksi Terduga Guru yang Sodomi Siswanya di MTsN 2 Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:31 WIB

Gelar Harmoni Ramadan, Majelis Tangga Seribu Santuni Anak Yatim-Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 09:40 WIB

PMII UIN Madura: Satgas Tidak Serius Menjalankan Tugasnya, Lebih Baik Mundur!!!

Senin, 16 Maret 2026 - 09:27 WIB

PMII UIN Madura Bakal Aksi Jilid II, Soroti Kualitas Program MBG dan Pembangunan SPPG

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:14 WIB

Soroti Temuan SPPG Bermasalah, PMII UIN Madura Demo Bakar Ban di Kantor Bupati Pamekasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:06 WIB

Soroti Kinerja Satgas MBG di Pamekasan, PMII UIN Madura Bakal Gelar Aksi

Berita Terbaru

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis, 12 Maret 2026.

Uncategorized

Buntut Demo MBG, Komisariat UIN Madura Dibekukan PC PMII Pamekasan

Senin, 16 Mar 2026 - 09:46 WIB